BursaManado
Pembaca Berkualitas, Bukan Kuantitas
banner 728x250

Takhta Mobil Listrik Berpindah, BYD Ungguli Tesla

Takhta mobil listrik dunia resmi berpindah. Produsen asal China, BYD, kini berada di puncak pasar kendaraan listrik global, mengungguli Tesla yang selama bertahun-tahun identik sebagai pemimpin mobil listrik dunia. Pergeseran ini menandai babak baru persaingan mobil listrik dunia, sekaligus menguatkan posisi China sebagai kekuatan utama di sektor kendaraan ramah lingkungan.

Mobil listrik BYD dan Tesla dipamerkan dalam ajang otomotif

Berdasarkan data penjualan global tahun 2025, BYD mencatatkan penjualan sekitar 2,26 juta unit mobil listrik, meningkat sekitar 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, Tesla membukukan penjualan sekitar 1,64 juta unit, turun dari hampir 1,8 juta unit pada 2024. Bahkan pada kuartal terakhir 2025, penjualan Tesla tercatat melemah secara tahunan, sementara BYD terus mencatat pertumbuhan.


Keberhasilan BYD bukan sekedar soal angka penjualan. Capaian ini menjadi simbol kuat bahwa China kembali berhasil mendominasi industri strategis global, kali ini lewat kendaraan listrik. Negeri Tirai Bambu tidak hanya menjadi pasar EV terbesar dunia, tetapi juga menguasai rantai pasok penting, mulai dari produksi baterai hingga manufaktur kendaraan. Dalam konteks ini, kemenangan BYD mencerminkan kekuatan ekosistem industri China yang terbangun secara konsisten dalam satu dekade terakhir.


Ada beberapa faktor yang mendorong laju BYD. Perusahaan ini menawarkan portofolio produk yang luas, dari mobil listrik terjangkau hingga segmen menengah, dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan Tesla. Selain itu, BYD memiliki keunggulan strategis karena memproduksi baterai sendiri, sehingga lebih fleksibel dalam menekan biaya dan menjaga pasokan. Ekspansi agresif ke pasar internasional juga membuat merek ini semakin dikenal di luar China.


Sementara itu, Tesla masuk fase yang lebih berat. Salah satu pemicunya datang dari kebijakan kredit pajak kendaraan listrik federal di AS tidak lagi tersedia untuk kendaraan yang diperoleh setelah 30 September 2025, yang ikut menekan minat beli dan membuat pasar tidak seganas tahun-tahun sebelumnya.


Di saat yang sama, sorotan publik terhadap keterlibatan Elon Musk dalam pemerintahan Presiden Donald Trump memunculkan efek reputasi, sebagian pengamat menilai hal ini turut menggerus daya tarik Tesla di segmen konsumen tertentu.


Pergeseran takhta ini membawa dampak besar bagi industri otomotif global. Persaingan yang semakin ketat berpotensi mendorong harga mobil listrik menjadi lebih terjangkau dan inovasi berjalan lebih cepat. Konsumen diuntungkan, sementara produsen dituntut beradaptasi dengan dinamika pasar yang berubah cepat.


Meski saat ini BYD berada di posisi teratas, persaingan mobil listrik masih jauh dari selesai. Tesla tetap memiliki kekuatan merek dan teknologi yang signifikan. Namun satu hal menjadi jelas: era dominasi tunggal telah berakhir, dan China, melalui BYD, kembali menunjukkan kemampuannya memimpin industri masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *